Baru Dikerjakan, Proyek Ratusan Juta Rupiah di Hiliserangkai Rusak Parah - Corong Nias

Breaking

Sabtu, 01 Desember 2018

Baru Dikerjakan, Proyek Ratusan Juta Rupiah di Hiliserangkai Rusak Parah

Kondisi Salah Satu Proyek di Kecamatan Hiliserangkai
Gunungsitoli, Kurang lebih dua bulan sejak dikerjakan, peningkatan lanjutan jalan dari simpang tiga Desa Orahili ke Burune Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias, rusak parah.

Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp. 473.503.000 juta ini tampak dilapangan kondisinya sangat memprihatinkan. Terbukti bangunan pendukungnya berupa bronjong sudah roboh, begitu juga bangunan parit diduga pondasinya tidak sesuai RAB.

Salah seorang warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya kepada corongnias.com, Kamis (29/11/2018) menuturkan bahwa pada pembangunan jalan tersebut ditemukan banyak sekali kejanggalan.

"Kami heran saja, papan proyeknya baru dipasang setelah ada riak-riak dari warga di medsos. Itupun tidak lama, setelah itu hilang lagi papan proyeknya," Ujar warga kesal.

Selain itu, warga juga menyebutkan bahwa pada pengaspalan jalan tersebut diduga pihak kontraktor hanya menggunakan material berupa kerikil dan pasir, setelah itu diwalas dan diaspal. Sehingga akibatnya ketika dilewati kendaraan lapisan tanah akan muncul dipermukaan jalan.

"Kalau diperkirakan ketebalan jalan itu hanya sekitar 15 -20 cm. Kemarin saja ada motor yang lewat, sudah langsung muncul tanahnya diatas. Belum lagi kalau mobil, pasti lebih parah lagi," Ucapnya.

Warga juga membeberkan mengenai pembangunan bronjong yang dinilai tidak sesuai spesifikasi karena sama sekali tidak menggunakan terpal pembatas antara dinding tanah dengan batu.

"Saat ini bangunan bronjong itu benar-benar parah bang, kondisinya sangat memprihatinkan," Tutur warga.

Warga berharap supaya Pemerintah Kabupaten Nias dan penegak hukum untuk turun tangan melihat kondisi jalan tersebut demi terciptanya pembangunan yang berkualitas di wilayah Kabupaten Nias.

Dihari yang sama, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nias, Arsyam Mendrofa saat ditemui di ruang kerjanya mengaku bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait kondisi proyek tersebut.

"Bronjong itu roboh karena longsor, tentu kita akan berikan perpanjangan waktu kepada kontraktor untuk memperbaiki. Kalau tidak ya kita nol kan, tapi kita lihat dulu kondisinya," Pungkas Arsyam. (H-01)
Komentar

Tidak ada komentar:

loading...