Gunungsitoli, - Jagad maya di Kepulauan Nias kembali diguncang oleh beredarnya sebuah foto dan video bermuatan asusila yang disebut-sebut menampilkan sosok mirip seorang pegawai bank BUMN dan seorang perempuan yang dikaitkan dengan oknum ASN di Kabupaten Nias Utara, Sabtu (28/2/2026)
Konten tersebut menyebar cepat, melintasi batas ruang dan waktu digital, mengundang rasa penasaran, kecaman, sekaligus keprihatinan dari masyarakat.
Narasi yang berkembang di tengah publik pun kian liar. Ada yang menyebut peristiwa ini sebagai “getaran cinta” yang diduga menyeret dua insan dalam pusaran hubungan terlarang.
Namun di balik frasa puitis itu, terselip realitas yang lebih serius: dugaan pelanggaran etika, moral, dan bahkan hukum, jika identitas para pihak benar adanya.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai keaslian video maupun identitas sosok di dalamnya.
Kabar ini menjadi semakin sensitif karena mencuat di saat Pemerintah Kabupaten Nias Utara tengah berupaya memperkuat sinergi pembangunan daerah. Di tengah langkah-langkah strategis yang diupayakan untuk kemajuan wilayah, isu viral ini justru mencuri perhatian publik dan berpotensi menggeser fokus dari agenda pembangunan yang sedang diperjuangkan.
Di ruang-ruang diskusi, baik daring maupun luring, masyarakat terbelah antara rasa ingin tahu dan dorongan untuk menjaga etika. Sebagian mengecam keras dugaan perbuatan tersebut, sementara lainnya memilih menahan diri sembari menunggu klarifikasi resmi. Fenomena ini sekali lagi menunjukkan betapa cepatnya opini publik terbentuk di era digital, sering kali mendahului fakta.
Dilain sisi sejumlah masyarakat juga mengingatkan bahwa penyebaran konten asusila tanpa verifikasi dapat menimbulkan dampak hukum bagi siapa pun yang turut menyebarkannya. Selain itu, reputasi pribadi, keluarga, hingga institusi yang dikaitkan bisa tercoreng, terlepas dari benar atau tidaknya dugaan yang beredar. Dalam situasi seperti ini, kehati-hatian menjadi kunci.
Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat diimbau untuk tidak terhanyut oleh sensasi semata. Sebab di balik setiap video yang viral, ada manusia, ada keluarga, dan ada masa depan yang dipertaruhkan. Kebenaran tetap harus ditegakkan, namun kebijaksanaan dalam bersikap adalah tanggung jawab bersama. (Red)
