Gunungsitoli, – Pekerjaan preservasi ruas jalan Tetehosi Afia–Hambawa melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) di Kota Gunungsitoli terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga pekan terakhir Februari 2026, progres fisik pekerjaan telah mencapai 22 persen.
Proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026 tersebut dikerjakan oleh CV Cipta Indah Persada dengan pagu anggaran sebesar Rp12,4 miliar.
Pelaksanaan pekerjaan berada di bawah pengawasan PPK 3.5, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Kementerian Pekerjaan Umum.
Di lapangan, aktivitas pekerjaan tampak berjalan aktif dengan suplai material yang terus berdatangan. Hal ini menjadi indikator bahwa kontraktor berupaya menjaga ritme kerja sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Konsultan Supervisi, Buditermas Halawa, optimistis pekerjaan dapat rampung tepat waktu apabila pola kerja saat ini dipertahankan. Ia menyebut, target penyelesaian proyek dijadwalkan pada 11 April 2026.
“Kalau sistem pekerjaan seperti sekarang, material terus masuk ke lapangan, kita optimistis bisa selesaikan tepat waktu sesuai time schedule,” ujar Halawa saat dikonfirmasi awak media di lokasi pekerjaan, Selasa (24/02/2026).
Sementara itu, dukungan terhadap pembangunan jalan tersebut juga datang dari Pemerintah Desa Tetehosi Afia. Penjabat (Pj) Kepala Desa Tetehosi Afia, Enuari Hulu, menegaskan bahwa masyarakat menyambut baik realisasi program tersebut.
Menurutnya, perbaikan ruas jalan ini sudah lama dinantikan warga, mengingat akses tersebut menjadi jalur vital yang menghubungkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
“Masyarakat Desa Tetehosi Afia tentunya sangat mendukung dan mengapresiasi pembangunan ini. Ini sudah menjadi impian sejak lama untuk mendukung kelancaran mobilitas warga dalam berbagai kegiatan, terutama perekonomian, kesehatan, dan pendidikan,” kata Enuari Hulu melalui pesan WhatsApp, Senin (23/02/2026).
Mayoritas warga Desa Tetehosi Afia berprofesi sebagai petani sawah. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, distribusi hasil pertanian diharapkan semakin lancar dan biaya transportasi dapat ditekan.
Selain berdampak pada sektor ekonomi, peningkatan kualitas jalan juga diyakini akan mempermudah akses masyarakat menuju fasilitas layanan kesehatan serta sekolah, terutama saat musim hujan yang sebelumnya kerap menghambat mobilitas.
Program Inpres Jalan Daerah sendiri merupakan langkah strategis pemerintah pusat dalam mempercepat peningkatan infrastruktur jalan di daerah, guna mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah.
Dengan progres yang telah mencapai 22 persen dan dukungan penuh dari masyarakat, proyek preservasi jalan Tetehosi Afia–Hambawa diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga Kota Gunungsitoli. (C/BY)
