Miris ! Kasek SMK Negeri 2 Hiliserangkai Diduga Tahan SKL Siswa - Corong Nias

Berita Terbaru

Jumat, 06 September 2019

Miris ! Kasek SMK Negeri 2 Hiliserangkai Diduga Tahan SKL Siswa

Keluarga dan orang tua murid, beserta para siswa saat mendatangi kantor Disdik Provsu Cabang Gunungsitoli/ Foto : AL
Nias, Dengan didampingi orang tua sejumlah siswa SMK Negeri 2 Hiliserangkai, Kabupaten Nias mendatangi kantor cabang dinas  pendidikan Provinsi Sumatera Utara, wilayah Gungsitoli, Kabupaten Nias dan Nias Utara, di Jalan Pattimura Nomor 29, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Rabu (4/9/2019)

Para siswa yang baru lulus pada bulan Mei 2019 lalu, mengaku dipersulit kepala sekolahnya memperoleh Surat Keterangan Lulus (SLK) beserta Ijazah. Akibatnya, puluhan siswa/siswi SMK Negeri 2 Hiliserangkai lulusan bulan Mei tahun 2019 lalu, terpaksa batal meneruskan studynya di perguruan tinggi, maupun yang ingin mendaftarkan diri menjadi prajurit TNI.

“Kami sudah berusaha meminta bang, tapi bapak kasek susah ditemui. Guru kami juga bingung, kami disuruh ke rumah pak kasek. Dalam satu bulan ini sudah beberapa kali kami kesekolah dia tidak ada, di rumahnya juga pernah kami cari tapi tak jumpa. Padahal bulan Augustus kemarin, saya mau mendaftar calon tentara,” Tutur salah seorang siswa, yang mengaku ingin mengabdi menjadi prajurit TNI AD.

Salah seorang keluarga siswa yang turut mendampingi, Yosafati Waruwu SH kepada corongnias.com di kantor Disdik Provinsi Sumut Cabang Gunungsitoli, Rabu (4/9/2019) mengatakan Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Hiliserangkai tidak professional dan mengabaikan tanggungjawabnya sebagai aparatur sipil Negara.

“Kedatangan kita kemari untuk melaporkan ulah Kasek SMK Negeri 2 Hiliserangkai, yang mana sampai saat ini para sisiwa belum memperoleh SKL. Kita kasihan dengan para siswa ini, hanya gegara urusan pribadi kasek, mereka yang ingin meneruskan studinya di perguruan tinggi, dan sebagian ada yang ingin mendaftar menjadi prajurit TNI pada bulan Augustus lalu, terpaksa batal,”ungkap Yosafati.

Menurut Yosafati, selain mendapat laporan dari para siswa pihaknya juga sudah melakukan penelusuran ke pihak Sekolah SMK Negeri 2 Hiliserangkai untuk mencari  tahu akar permasalahan. Hasilnya kepala sekolah tersebut jarang masuk, sementara SKL para siswa dibawa ke rumahnya.

“Tanggal 3 Augustus kemarin, kita kroscek di sekolah, benar saja kepala sekolah tidak masuk. Dan jawaban yang kita peroleh dari para guru sama dengan jawaban yang disampaikan kepada para siswa. Para guru menyarankan, supaya kasek dihubungi via telfon atau lebih baik lagi datang ke rumahnya. Saya tidak habis pikir, apa maunya kepala sekolah ini, sekolah ini lembaga pendidikan, harusnya urusan administrasi dilaksanakan di sekolah,” Tegas Yosafati.

Yosafati Waruwu, yang juga Caleg DPRD Kabupaten Nias yang terpilih hasil Pileg 17 April yang lalu menuding Kasek SMK Negeri 2 Hiliserangkai sengaja mempersulit dan menghambat SKL para siswa, dengan alas an tidak jelas.

“Memang bisa saja tujuannya meminta uang, tapi kan anak-anak ini tidak faham main terka-terka gitu, mungkin kalau dibilangnya langsung anak-anak ini faham. Tapi apakah dengan demikian dia tega mengahambat rencana para siswa ini,” Tukasnya.

 “Tadi kita dapat jawaban dari kantor cabang Gunungsitoli, pak kasubbag tata usaha menyampaikan bahwa hal-hal yang bersifat administrasi dan kebutuhan para siswa, kantor cabang secara aktif sudah mengingatkan, bahkan sudah dibuat edaran ke setiap sekolah. Tadi pak kasubbag, menyarankan agar dibuat laporan secara tertulis,” Kata Yosafati menambahkan.

Terkait persoalan ini, Yosafati beranggapan bahwa pihak sekolah dengan sengaja menelantarkan siswanya, tanpa alasan yang jelas. Betapa buruknya sekolah itu dikelolah tidak professional, malah yang lebih mengemuka adalah  persoalan pribadi. Urusan administrasi sekolah yang seolah-olah pindah alamat ke rumah Kasek, bisa dianggap sekolah menjadi milik pribadinya.

Atas kejadian ini, Yosafati bersama orang tua siswa lainnya dalam waktu dekat akan melaporkan secara tertulis kepada Kementerian Pendidikan RI di Jakarta dan pihak terkait lainnya, serta meminta, agar Kasek SMK 2 Hiliserangkai dicopot dari jabatannya.

 “Kami anggap persoalan ini serius, Dalam dua hari ini kami akan buat laporan/pengaduan tertulis. Kejadian ini buruk sekali, mencoreng wajah pendidikan kita di daerah yang berstatus daerah tertinggal, tapi justru pengelolaan pendidikan di SMK Negeri 2 Hiliserangkai betapa buruk. Dan jika ingin memperbaiki sekolah ini maka Kaseknya harus dicopot,” Pungkasnya. (AL)

Komentar

Tidak ada komentar:



Klik Disini