GUNUNGSITOLI – Di sela aksi unjuk rasa Aliansi Massa Pergerakan Rakyat Nias (AMPERA) di RSUD dr. M. Thomsen Nias, Kamis (15/01/2026), seorang warga Nias Utara berinisial DZ menyampaikan pengalaman pribadinya terkait pelayanan kesehatan yang ia dan keluarganya alami di rumah sakit tersebut.
Penyampaian tersebut disampaikan secara terbuka saat massa aksi berkumpul di Alun-Alun Kota Gunungsitoli sebelum bergerak menuju RSUD Thomsen Nias. DZ menceritakan kronologi yang dialami istrinya ketika hendak menjalani proses persalinan.
Menurut DZ, pada 6 Januari 2026, istrinya datang ke RSUD Thomsen Nias dalam kondisi akan melahirkan dan diarahkan ke ruang persalinan. Namun, ia mengaku istrinya harus menunggu cukup lama sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Awalnya masuk ruang persalinan, kemudian menunggu. Setelah itu dipindahkan ke IGD, lalu beberapa jam kemudian kembali dipindahkan ke ruang persalinan,” ujar DZ.
DZ menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatannya, tindakan medis dilakukan setelah kondisi istrinya memburuk. Ia juga mengaku keluarga tidak leluasa mendampingi pasien selama proses tersebut.
“Sebagai suami, saya merasa kecewa karena istri saya menunggu cukup lama. Saya juga tidak mendapat penjelasan yang jelas terkait alasan pemindahan ruangan,” katanya.
DZ menduga keterlambatan penanganan tersebut berhubungan dengan meninggalnya bayi yang dikandung istrinya. Namun demikian, ia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan dugaan pribadi berdasarkan pengalaman yang dialami.
“Saya hanya bisa menyampaikan apa yang kami alami. Anak kami yang masih dalam kandungan akhirnya meninggal dunia,” ucapnya dengan suara lirih.
Selain itu, DZ juga menyoroti kondisi kebersihan ruang rawat inap yang menurutnya perlu mendapat perhatian. Ia menyebut masih menemukan sampah dan kondisi ruangan yang dinilai kurang nyaman bagi pasien dan keluarga.
“Menurut saya, kebersihan ruangan perlu ditingkatkan agar pasien merasa lebih nyaman,” ujarnya.
Atas pengalaman tersebut, DZ berharap pihak rumah sakit dan pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi serta perbaikan terhadap sistem dan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan pasien persalinan.
“Kami masyarakat hanya berharap pelayanan kesehatan yang lebih baik dan manusiawi, karena menyangkut keselamatan pasien,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD dr. M. Thomsen Nias belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan DZ. (C/BY)
