Alumni Kecewa Dengan Tindakan Siswa SMA Negeri 1 Tuhemberua Demo Tolak Ganti Kasek - Corong Nias

Breaking

Jumat, 22 Februari 2019

Alumni Kecewa Dengan Tindakan Siswa SMA Negeri 1 Tuhemberua Demo Tolak Ganti Kasek

Demo di SMA Negeri 1 Tuhemberua | Foto: FB Lind
Nias Utara, Sejumlah netizen yang mengaku sebagai Alumni SMA Negeri 1 Tuhemberua kecewa atas tindakan para siswa siswi SMA Negeri 1 Tuhemberua melakukan aksi demonstrasi menolak pergantian kepala sekolah di SMA Negeri 1 Tuhemberua pada pelaksanaan acara serah terima jabatan kepala sekolah di Aula SMA Negeri 1 Tuhemberua, Selasa (19/2/2019) lalu.

Seperti halnya disampaikan O Gea yang mengaku sebagai alumni dan pernah menjadi tenaga pengajar di SMA Negeri 1 Tuhemberua dalam komentar pada postingan salah satu netizen di media sosial faecbook yang mengunggah beberapa foto demonstrasi para siswa SMA Negeri 1 Tuhemberua pada 19 Februari 2019, menilai bahwa pergantian kepala sekolah merupakan kewenangan pemerintah dan demonstrasi bukan cara yang tepat untuk memajukan pendidikan.

"Luar biasa ya,  koq bs ada demo ya pak spt ada persiapan anak2 ni. Mari kita terima dgn baik, siapa pun kepala sekolahnya, klo boleh jgn kita saling menyudutkan ni sudah teruji dan yg baru blm teruji. Bgaimana bs teruji sdgkan kasek baru blm kerja. Mari berjiwa besar. Saya juga alumni dan mantan guru di SMANSa tuhemberua. Koq kepala sekolah yg baru yg di demo. Bkn di sekolah harusnya demo. Ni maluin2. Dan satu lagi klo boleh guru gk sah posting hal2 beginian klo org lain boleh aja. Seakan2 kita mendukung yang satu dan memprovokasi siswa. Trims", tulis O Gea

Demikian halnya akun olianusharefa dalam komentar mengatakan merasa malu sebagai alumni akibat ulah para siswa SMA Negeri 1 Tuhemberua karena tindakan para siswa tersebut.

"Kenapa seperti ini sman satu tuhemberua kok demo adalah dengan gerangan  saya malu sebagai alumni  2004 melihat adek adek yang demo padahal sma satu tuhemberua banyak yang sudah berhasil. Menurut saya kalau memang bapak kepseknya di mutasi soal biasa karena ASN  itu abdi negara yang siap  di  tempat kan di mana saja," tulis Olianus.

Demo di SMA Negeri 1 Tuhemberua | Foto: FB Lind
Hal senada juga disampaikan oleh akun neyl tb yang menghimbau agar para siswa fokus untuk belajar untuk menjadi generasi emas terlebih-lebih dalam pembelajaran Kurikulum Pendidikan saat inu yang menekankan pada etika dan akhlak

"Kami para ALUMNI SMA N 1 TUHEMBERUA sangat menyayangkan akan kejadian ini... Hal ini harus ditinjau atau dievaluasi kembali... padahal PESERTA DIDIK dipersiapkan sebagai Generasi Emas melalui Implementasi Kurikulum 2013 (K-13) yang notabenenya Karakter dan sifat yang terpuji serta saling menghargai secara MUTUAL yang dikembangkan melalui perantaran tenaga pendidik tapi sangat disayangkan yang terjadi sudah melewati batas kewajaran. Peserta didik TIDAK menghargai Orangtua (UPT) DINAS PENDIDIKAN GUNUNGSITOLI yang berjeri lelah memperjuangkan nasib pendidikan khususnya di sekolah-sekolah di Nias Utara dengan berbagai yell yell yg diteriakkan yang tidak enak didengar yang membuat para ORANG TUA kita dari UPT Dinas Pendidikan Gunungsitoli merasa terusir dari Kompleks SMA N 1 Tuhemberua dan yang sangat mengiris hati tak satupun dari tenaga pendidik di sana memberikan PEMAHAMAN yang secara jelas dan tegas kepada Peserta Didik MENGAPA dan BAGAIMANA peralihan jabatan itu terjadi.
Wahai adek-adek PESERTA DIDIK SMA N 1 TUHEMBERUA, Coba benahi diri dan kembali pada TUJUAN UTAMAMU SEKOLAH. Menyampaikan ASPIRASI sah-sah saja tetapi harus memperhatikan situasi dan berintroveksi diri SIAPA, APA, dan DIMANA posisi anda pada saat ini serta Untuk APA berbuat seperti ini/itu dan APA manfaatnya buat ANDA. SEKALI LAGI FOKUS LAH BELAJAR DAN TINGKATKAN RASA SALING MENGHARGAI APALAGI KEPADA ORANG YANG LEBIH TUA DARI ANDA SERTA JANGAN PERNAH TAKUT PADA TEKANAN DARI SIAPAPUN," tulis Neyl.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan siswa SMA Negeri 1 Tuhemberua menggelar aksi penolakan serah terima jabatan kepala sekolah yang dilaksanakan oleh UPT Dinas Pendidikan di Aula SMA Negeri 1 Tuhemberua yang berujung batalnya kegiatan sertijab.


Sementara itu, Kepala UPT Dinas Pendidikan Gunungsitoli, Gatimbowo Lase ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Selasa (19/2/2019) tidak memberikan komentar dengan alasan jaringan telepon kurang bagus.

"Maaf saya tidak bisa mendengar suara anda, jaringan sepertinya kurang bagus," ucapnya sambil menutup telepon. (H-01)
Komentar

Tidak ada komentar:

Loading...
Klik Disini
loading...