MUKI Sesalkan Tindakan Represif Aparat Dalam Menangani Demo GMNI - Corong Nias

Breaking

Rabu, 04 November 2020

MUKI Sesalkan Tindakan Represif Aparat Dalam Menangani Demo GMNI

Ketua MUKI Kota Gunungsitoli, Agust Zega/Foto : Istimewa

Gunungsitoli, Majelis Umat Kristen (MUKI) Kota Gunungsitoli mengecam dan menyesalkan aksi kekerasan yang dilakukan oknum Kepolisian Resort Nias kepada massa DPC GMNI Gunungsitoli-Nias pada saat menggelar aksi demonstrasi di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Nias, Selasa (3/11/2020).


Ungkapan tersebut disampaikan Ketua MUKI Kota Gunungsitoli, Agust Zega melalui press releasenya yang diterima corongnias.com, Selasa malam. 

Menurutnya, tindakan represif yang dilakukan oknum aparat kepolisian dalam mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa telah merusak jargon promoter yang sering digaungkan Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

"Belum hilang di ingatan kita bahwa masyarakat sangat curiga dengan pengelolaan dana Covid-19 dengan seluruh seluk beluk permasalahannya. Namun, kejadian ini justru menambah emosi pikiran masyarakat terhadap jargon promoter yang sering digaungkan selama ini di institusi Kepolisian," ucapnya.

Dia menambahkan, kenyataan yang terjadi dalam penanganan aksi demo GMNI terkesan berbanding terbalik dari jargon promoter yang digaungkan Polri dan aparat yang mungkin tidak berpendidikan mempertontonkan cara penanganan demonstrasi yang menimbulkan korban bagi peserta demontrasi. Padahal sesungguhnya kehadiran aparat hukum adalah untuk pengamanan bukan menciptakan kerusuhan.

" Saya mencurigai adanya oknum-oknum yang sengaja menciptakan kerusuhan utk merusak reputasi Kepolisian dan reputasi Kapolres yang baru, suasana sangat cair, hujan deras juga mengguyur lokasi aksi yang seharusnya mendinginkan suasana, tapi nyatanya kekerasan terjadi dan di videokan oleh orang banyak dan terus diviralkan, tentu ini menjadi alasan propaganda utk membenci aparat itu sendiri, efeknya adalah tugas-tugas pemantapan ketertiban yang kondusif tidak akan maksimal tercapai," cetusnya.

Sebagai bagian dari organisasi keagamaan, kami mengharapkan Kapolres Nias AKBP Wawan Kurniawan untuk mereview kembali SOP penanganan aksi karena sudah susah payah pimpinan Kepolisian secara Nasional mempromosikan hal-hal baik tentang Kepolisian. Akan tetapi akhirnya tercemar oleh mereka yang mempertontonkan kekerasan.

" Kalau hal ini tidak diperbaiki, maka bisa saja masyarakat menjadi curiga jangan-jangan rekruitment personil Kepolisian tidak berbobot sehingga menghasilkan personil yang suka kekerasan," pungkas Agust Zega seraya berharap Pimpinan Kepolisian Resort Nias mau dan mampu memulihkan nama baik institusi ditengah kaum muda dan mahasiswa yang kritis dengan kondisi penanganan covid baik aspek anggaran maupun aspek pelayanan. 

Untuk diketahui, aksi demonstrasi yang dilaksanakan DPC GMNI Gunungsitoli-Nias ini bertujuan untuk mempertanyakan penanganan Covid-19 di RSUD Gunungsitoli yang akhir-akhir ini menuai protes dari masyarakat. 

Namun berdasarkan video yang beredar di medsos, saat berjalannya aksi beberapa oknum Kepolisian Resort Nias mengamankan dan berusaha menangkap pendemo sehingga aksi demonstrasi tersebut menjadi ricuh.

Akibat kejadian itu, dua pendemo mengalami luka yang cukup serius dan lebam. Diduga akibat terkena pukulan dari oknum aparat. (Rls/H-03)

Komentar

Tidak ada komentar:

loading...
Loading...
Klik Disini